"Kalau AMDK itu dikeluarkan dari pengecualian dan tidak dianggap lagi komoditas penting bagi kehidupan masyarakat, saya khawatir itu akan jadi persoalan yang cukup signifikan," tambahnya.Dia mengingatkan kejadian sebelum 2017, ketika AMDK belum masuk kelompok yang mendapat pengecualian untuk diangkut di periode Lebaran. Saat itu, ia menyebut terjadi kelangkaan produk AMDK.

"Harganya pun melonjak hingga lima kali lipat," tuturnya.Sebagai informasi, pada 2016 dan tahun-tahun sebelumnya pemerintah melarang kendaraan berat melintas selama musim mudik Lebaran. Akibatnya, saat itu di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Serang, Bandung, dan wilayah Pulau Jawa mengalami kelangkaan AMDK pada saat dan pasca lebaran. Hal itu disebabkan distribusi AMDK sangat bergantung pada penggunaan kendaraan truk sumbu 3 atau lebih.Pada Lebaran 2008, pelarangan terhadap truk sumbu tiga ke atas juga menyebabkan kelangkaan AMDK di masyarakat. Hal itu disebabkan transportasi dan distribusi produk AMDK tidak dapat berjalan seperti pada situasi normal karena jalan diprioritaskan untuk arus mudik.

Selain itu, kondisi tersebut sangat berdampak terutama pada kemasan galon yang memerlukan kembali botol kosong dari pelanggan karena transportasi botol kosong kembali ke pabrik pun ikut terdampak. Parahnya lagi, kelangkaan air galon di masyarakat itu bahkan masih terjadi hingga satu bulan setelah Lebaran.Kondisi serupa juga terjadi pada masa momen Lebaran 2011. Kebijakan pelarangan truk sumbu tiga terhadap industri AMDK juga diberlakukan. Saat itu terjadi kelangkaan ketersediaan AMDK galon di Jakarta karena meningkatnya permintaan masyarakat. Hampir semua toko dan agen penjualan kehabisan stok.Begitu juga saat kebijakan yang sama masih diterapkan pada 2012. Ia menyebut masyarakat kesulitan mendapatkan air mineral kemasan galon dan produk tersebut menghilang dari pasaran di Jakarta dan Tangerang karena distributor membatasi penyaluran air mineral tersebut ke agen-agen.Selain mengurangi jumlah pasokan, distributor mengurangi frekuensi pendistribusian. Agus menjelaskan pembatasan distribusi membuat produk tersebut sering menghilang di tingkat pengecer.