Clayton menjelaskan, menjadi yang terdepan dalam pengembangan AI dinilai dapat membantu AS menghadapi risiko yang berasal dari teknologi tersebut, termasuk ancaman dari negara-negara pesaing.
Tim Clayton tidak hanya akan melihat peluang AI. Salah satu tugasnya adalah mengkaji risiko yang muncul dari perkembangan teknologi tersebut. Mereka akan meninjau mekanisme pemerintah dalam menerima laporan mengenai berbagai insiden AI, termasuk pelanggaran keamanan, peretasan, jailbreak, dan masalah lainnya.
Kemudian, tim akan memberikan rekomendasi mengenai cara memperkuat kemampuan pemerintah AS dalam merespons insiden AI dengan menggunakan kewenangan yang sudah tersedia. Kelompok ini juga akan mengkaji aturan yang sudah berlaku serta kemungkinan tindakan yang dapat diambil Kongres AS.
Clayton mengatakan pendekatan tersebut nantinya akan melibatkan dialog dengan industri teknologi. Ia mencontohkan bagaimana model pengelolaan risiko di sektor keuangan dikembangkan melalui kerja sama dengan regulator seperti Federal Reserve dan Securities and Exchange Commission.
Langkah pembentukan tim AI ini muncul ketika pemerintahan Trump menghadapi tekanan untuk menangani kekhawatiran mengenai keamanan AI. Trump selama ini cenderung mengambil pendekatan yang lebih longgar terhadap regulasi AI. Ia berulang kali memperingatkan bahwa regulasi yang terlalu ketat dapat menghambat daya saing perusahaan AS dalam menghadapi China.