Dalam video yang menyatakan bahwa Lula akan menang, Janones mendesak para pendukung untuk mendaftarkan diri sebagai 'Army' dengan cara mengirimkan emoji hormat dan bergabung ke dalam saluran WhatsApp miliknya. Di sana, dia akan memberikan apa yang ia sebut sebagai 'misi'.

Tugas-tugas tersebut sederhana, mulai dari mengajak tiga orang teman, membagikan video kampanye, hingga mempromosikan tagar.

Tugas-tugas itu datang melalui rangkaian pesan yang terus-menerus dari Janones sendiri, yang sering kali ditulis menggunakan huruf kapital. Para pendukung tidak dapat membalas pesan tersebut, tetapi mereka bisa meneruskannya atau memberikan reaksi berupa emoji -- yang sering kali dilakukan oleh puluhan ribu orang.

Chagas menggambarkan strategi ini sebagai bentuk 'gamifikasi elektoral', di mana Janones menetapkan target untuk dicapai bersama oleh para pendukungnya.

Bagi Andre Pagliarini, seorang asisten profesor sejarah dan studi internasional di Louisiana State University sekaligus penulis buku tentang Lula, daya tarik dari pendekatan Janones terletak pada kemampuannya memberikan sesuatu yang benar-benar bisa dilakukan oleh orang-orang untuk membantu kemenangan Lula.

"Ini menjadi platform pengorganisasian yang tumbuh berlipat ganda karena menjawab keinginan yang nyata dari banyak pendukung Lula untuk melakukan sesuatu yang konkret demi mengalahkan Flavio Bolsonaro," ujarnya.