NADIKABAR.COM — Fenomena blue fire atau api biru di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menarik perhatian beberapa hari belakangan. Sejumlah rekaman dari para pendaki ramai beredar di media sosial.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SSi, MSi, menjelaskan blue fire di Papandayan pada dasarnya merupakan fenomena pembakaran gas belerang yang keluar dari rekahan vulkanik. Fenomena serupa juga terjadi di Kawah Ijen yang lebih dahulu dikenal luas oleh masyarakat.

"Mekanisme blue fire adalah ketika magma di bawah Papandayan melepaskan gas hidrogen sulfida (H₂S) dan sulfur dioksida (SO₂) bersuhu sekitar 200-600 derajat Celsius melalui rekahan fumarol atau solfatara," papar Sonni seperti dikutip dari situs IPB University.

Ia menjelaskan, gas H₂S yang keluar melalui rekahan tersebut kemudian bereaksi dengan oksigen di udara dan mengalami pembakaran. Reaksi tersebut menghasilkan sulfur dioksida, uap air, panas, serta nyala api berwarna biru.