Dengan demikian, kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau dapat memperoleh perhatian lebih dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Mugiyanto menekankan keberhasilan Satu Data HAM tidak cukup diukur dari tersedianya sistem informasi, tetapi juga dari kesediaan para pemangku kepentingan menggunakan data untuk memperbaiki kebijakan dan mendorong pemajuan HAM.
"Data tidak pernah berbicara dengan sendirinya. Ia bermakna ketika kita bersedia mendengarkannya, terutama suara kelompok yang paling sering luput dari angka. Mari jadikan Satu Data HAM sebagai ruang kolaborasi kita bersama menuju tata kelola yang lebih inklusif, akuntabel, dan berkeadilan," ujarnya.
Acara itu turut dihadiri Direktur Eksekutif Satu Data Indonesia, para walidata dan perwakilan kementerian/lembaga yang tergabung dalam forum Satu Data HAM serta perwakilan media dan organisasi masyarakat sipil.