Penguatan kerukunan tersebut turut tercermin dalam capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB). Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag), IKUB meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025 atau naik 1,42 poin.

Capaian IKUB 2025 juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk tahun 2025 sebesar 76,77 dan semakin mendekati target akhir periode pada 2029 sebesar 78,25.

Selain peningkatan kerukunan, Kemenag juga mencatat kenaikan Indeks Kesalehan Umat Beragama (IKsUB). Pada 2025, indeks tersebut mencapai 84,20, meningkat 0,36 poin dibandingkan capaian 2024 sebesar 83,84.

Peningkatan kedua indeks tersebut mencerminkan upaya Kemenag dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat, baik melalui pengamalan ajaran agama maupun pemeliharaan kerukunan di tengah keberagaman.

Selain itu, tiga survei Poltracking Indonesia secara konsisten menempatkan upaya menjaga kerukunan umat beragama pada urutan pertama dalam evaluasi keberhasilan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hasil survei tersebut mencatat sebesar 77,8% pada Maret 2026, meningkat menjadi 80% pada Mei, dan berada pada angka 72,5% pada Agustus 2026.