President Director PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol, mengatakan pengembangan AI tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan teknologi. Diperlukan keselarasan antara kebijakan, infrastruktur digital, kebutuhan industri, dan kemampuan talenta.
"Sebagai system integrator, Lintas Teknologi Indonesia (LTI) mengambil peran untuk mengorkestrasi berbagai kapabilitas teknologi dan menghubungkannya dengan kebutuhan industri. Bagi kami, teknologi harus lebih dari sekadar inovasi; teknologi perlu diintegrasikan menjadi solusi yang relevan, dapat diterapkan, dan menghasilkan dampak nyata bagi pelanggan maupun masyarakat," kata Paisol.
Dalam forum tersebut, Lintas Teknologi juga menandatangani dua kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Hong Kong, yakni Ambit Geospatial Solution dan VoteeAI.
Kerja sama dengan Ambit Geospatial Solution diarahkan untuk menjajaki pengembangan infrastruktur AI yang aman, penerapan geospatial AI untuk perencanaan kota pintar atau smart city, serta pengembangan talenta digital lokal.
Sementara itu, kolaborasi dengan VoteeAI berfokus pada pengembangan talenta dan ekosistem inovasi AI melalui edukasi komunitas, demonstrasi produk, penguatan kapabilitas internal, serta penjajakan penerapan AI di sektor telekomunikasi.
Kedua kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Lintas Teknologi memperluas kolaborasi dengan mitra teknologi untuk mendukung pengembangan ekosistem AI di Indonesia.