Penurunan tersebut menunjukkan perbaikan. Tapi puluhan ribu warga masih hidup di bawah garis kemiskinan. Angka itu perlu dibaca secara cermat. Ukuran kemiskinan BPS tidak identik dengan kemiskinan ekstrem, sedangkan desil mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Kementerian Sosial menjelaskan bahwa desil 1 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah secara nasional. Pengelompokan ini mempertimbangkan karakteristik sosial ekonomi dan dapat berubah mengikuti pembaruan data.

Karena itu, desil 1 dapat menjadi dasar penentuan prioritas, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan. Kondisi keluarga tetap perlu diverifikasi, mencakup kecukupan pangan, kelayakan rumah, kesehatan, jumlah tanggungan, dan keberlanjutan penghasilan.

Tantangan Surabaya bukan hanya menghitung warga miskin, melainkan memastikan penyandang disabilitas, lansia yang hidup sendiri, keluarga dengan anggota sakit menahun, serta anak yang terancam putus sekolah tidak luput dari pendataan dan bantuan.