Ia mencontohkan kendaraan dapat menggunakan jalur dengan kelas jalan tertentu hingga mencapai titik perpindahan ke kelas jalan berikutnya. Terminal barang kemudian dapat ditempatkan di titik simpul tersebut.
"Harus dibuat satu jalur kelas 1 misalnya sampai ke titik perpindahan simpul ke kelas dua. Nah, itu dibuat jaringan lintasnya," ujar Suripno.
Terminal juga perlu ditempatkan pada lokasi strategis, termasuk titik perpindahan moda transportasi. Dengan begitu, distribusi barang dapat dialihkan ke moda lain sesuai kebutuhan.
Suripno mengatakan pembangunan terminal barang membutuhkan waktu karena harus dilengkapi sarana dan prasarana pendukung.
"Untuk membangun terminal barangnya saja dibutuhkan waktu minimal setahun karena harus dilengkapi dengan sarana dan prasarananya," katanya.