NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang bakal beroperasi Desember 2026. Pengoperasian PSEL Palembang diperdirakan bakal menghasilkan listrik yang mampu memenuhi kebutuhan sekitar 12.000-14.000 rumah tangga.

Hal tersebut diungkapkan oleh Zulhas saat meninjau langsung fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kertapati, Palembang, Rabu (4/11/2026).

"Insyaallah Desember ini mudah-mudahan sudah bisa kita resmikan. Bayangkan, sesuatu yang tadinya menjadi masalah besar bagi lingkungan, sekarang bisa diubah menjadi energi listrik yang bermanfaat," kata Zulhas dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).

Dia menjelaskan, hingga Oktober 2026, pembangunan fisik PSEL sudah mencapai 96 persen. Adapun fasilitas yang dibangun yakni Melalui skema Build Own Operate (BOO) di atas lahan seluas 8 hektare ini dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari, dari total timbulan sampah Kota Palembang yang mencapai sekitar 1.260,956 ton per hari.

Serta fasilitas tersebut telah memasuki tahap uji coba operasional (commissioning) dan listriknya sudah masuk ke jaringan PLN. Bahkan, kapasitas pembangkitan yang semula dirancang sebesar 17,7 MW berpotensi meningkat hingga 18,6 MW, bahkan mencapai 20 MW pada kondisi puncak.

Zulhas mengatakan melalui teknologi waste to energy, sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan kini memiliki nilai tambah. Proyek dengan nilai investasi sekitar US$ 160 juta atau hampir Rp3 triliun ini juga diperkirakan menyerap 600 hingga 1.000 tenaga kerja, termasuk pekerja di sektor hulunya.

"Jadi, yang tadinya masalah, sekarang menjadi sesuatu yang positif. Sampah bisa diolah menjadi energi, lingkungan lebih terjaga, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat," tutupnya.