"Nah setelah itu nanti disesuaikan. Di mana nanti domisili dengan koperasi yang terdekat akan disesuaikan tempatnya. Jadi itu menjawab berita-berita di luar yang jauh dan sebagainya itu, itu jawabannya. Jadi setelah diterima akan disesuaikan di mana domisilinya, di mana nanti koperasi yang terdekat dia akan ditempatkan di situ," ucap Zulhas.

"Misalnya ada satu contoh, tinggal di Depok ditaruhnya di Gorontalo, ya tentu kejauhan, kan. Nah itu nanti akan disesuaikan. Yang penting tempatnya sekarang dia tanda tangan terima dulu, agar status enggak gugur, kan. Nanti disesuaikan tempat yang terdekat," sambungnya.

Zulhas menjelaskan hal ini terjadi lanta ranrasio antara jumlah manajer jauh lebih tinggi dibandingkan bangunan koperasi yang sudah selesai dibangun. Alhasil sejumlah manajer harus ditempatkan di lokasi lain lebih dulu sembari menunggu kesiapan infrastruktur.

"Kan yang manajernya banyak, Kopdes-nya masih lebih sedikit, makanya tempatnya agak jauh. Nanti kalau sudah Kopdes-nya jadi yang dekat domisili dia, dia dipindah. Jelas ya?" kata Zulhas.