Zulhas menyampaikan, NTB ditargetkan memperluas areal penanaman hingga 120 hektare dengan potensi produksi 1.200 ton yang diproyeksikan panen pada November 2026, berbarengan dengan penanaman serentak di 17 provinsi lainnya.

Melalui pengembangan sentra ini, ia berharap kawasan Sembalun tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi regional, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap target swasembada pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani lokal.

"Dari Sembalun kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri. Kita harapkan ini dapat bermanfaat untuk petani," pungkas Zulhas.