NADIKABAR.COM — Ahli gizi merekomendasikan empat kebiasaan makan yang dapat membantu orang dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) memenuhi kebutuhan nutrisi secara lebih teratur.
Pada laman EatingWell, Sabtu (17/10) waktu setempat, ahli gizi terdaftar Johnna Hartenstine dan Jayden Montejano menyarankan pengaturan jadwal makan, penyediaan air minum di tempat yang mudah dijangkau, konsumsi makanan yang mengandung protein dan serat, serta penyederhanaan proses memasak dan membersihkan peralatan makan.
ADHD dapat memengaruhi fungsi eksekutif, yakni kemampuan mental yang membantu seseorang merencanakan, memulai, dan mengingat tugas. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang kesulitan mengatur waktu makan, mengingat kebutuhan minum, atau menyiapkan makanan secara konsisten.
Kebiasaan pertama yang disarankan adalah makan secara teratur, misalnya setiap tiga hingga empat jam, untuk menghindari jeda makan yang terlalu panjang. Sebagian orang dengan ADHD juga dapat mengalami penurunan nafsu makan akibat penggunaan obat stimulan.
Hartenstine mengatakan asupan nutrisi berperan penting dalam menyediakan energi, mendukung tidur yang efektif, dan menjaga kejernihan berpikir. Kebiasaan mengabaikan kebutuhan makan dapat meningkatkan risiko kekurangan zat gizi.
Kedua, menyediakan air minum di tempat yang mudah terlihat dapat membantu seseorang mengingat kebutuhan cairan. Botol minum transparan, misalnya, memungkinkan seseorang memantau jumlah air yang telah diminum sepanjang hari.
Lalu yang ketiga, ahli gizi menyarankan kombinasi protein dan serat dalam makanan maupun camilan. Keduanya dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat olahan saja sehingga dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan energi.
Pilihan sederhana yang dapat diterapkan antara lain menambahkan selai kacang pada roti, kacang-kacangan pada salad, atau mengonsumsi apel bersama kacang sebagai camilan.
Keempat, proses memasak dapat disederhanakan dengan menggunakan sayuran yang sudah dipotong, bahan pangan beku, kacang kalengan, atau biji-bijian yang dapat dipanaskan dalam microwave.
Montejano juga menyarankan penggunaan wadah makanan yang dapat langsung digunakan untuk makan guna mengurangi pekerjaan membersihkan peralatan setelah selesai.
Selain itu, kebiasaan baru dapat dibangun dengan mengaitkannya pada rutinitas yang sudah ada, memasang pengingat di telepon, dan menyimpan makanan ringan di tempat yang mudah terlihat.
Namun, penelitian mengenai pola makan tertentu sebagai cara terbaik untuk mengatasi ADHD masih terbatas. Belum ada satu jenis makanan atau pola makan yang terbukti dapat menyembuhkan kondisi tersebut. Karena itu, perubahan kebiasaan makan sebaiknya dipandang sebagai upaya mendukung pemenuhan nutrisi, bukan pengganti penanganan medis.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah