NADIKABAR.COM — Komisaris Independen PT KAI, Endang Tirtana, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan merupakan pilar utama yang tak tergantikan di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Hal tersebut disampaikannya dalam orasi ilmiah bertajuk "Menyiapkan Generasi Transformatif yang Kompeten, Adaptif, dan Berdampak di Era Artificial Intelligence" pada Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Periode 123 Tahun 2026.
Dalam orasinya, Endang menjadikan transformasi digital PT KAI sebagai contoh nyata bagaimana teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat--bukan menggantikan--peran manusia.
Endang memaparkan bahwa digitalisasi layanan di PT KAI telah mengubah secara mendasar cara perusahaan berinteraksi dengan pengguna jasa:
Kendati teknologi berkembang pesat, Endang menekankan bahwa kualitas pelayanan pada akhirnya tetap ditentukan oleh faktor manusia.
"Cara membeli tiket berubah, cara memperoleh informasi berubah, cara berinteraksi dengan pelanggan berubah. Tetapi di tengah seluruh perubahan itu, ada satu hal yang tidak boleh berubah yaitu manusia. Sebab, secanggih apa pun teknologi dan sebaik apa pun sistem yang kita bangun, pada akhirnya manusialah yang menentukan kualitas pelayanan," ujar Endang, dalam keterangan yang diterima NadiKabar.
"Semakin pintar teknologi, manusia harus semakin bijaksana," pungkasnya.
Mengutip data Goldman Sachs Research (April 2026), AI diperkirakan telah menekan pertumbuhan payroll di Amerika Serikat hingga 16.000 pekerjaan per bulan sepanjang tahun lalu. Sementara itu, laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memproyeksikan lahirnya 170 juta pekerjaan baru diiringi pergeseran (displacement) 92 juta jenis pekerjaan hingga tahun 2030.
Guna menjawab tantangan pergeseran dunia kerja tersebut, Endang mendorong para lulusan untuk mengasah keterampilan yang tidak bisa direplikasi oleh mesin:
"Semakin AI mengambil pekerjaan yang rutin, semakin penting kemampuan manusia untuk memahami manusia. Semakin pintar teknologi, manusia harus semakin bijaksana," tegasnya.
Menutup orasinya, Endang berpesan agar para alumni muda UMM tidak berhenti belajar dan siap menjadi generasi yang "Ready to Work, Ready to Solve, dan Ready to Serve"--siap bekerja, memecahkan masalah, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.