NADIKABAR.COM — Ketika serangan siber berbasis agen otonom (autonomous agent) kini dapat terjadi hanya dalam hitungan detik, banyak organisasi di Indonesia justru dibayangi keraguan untuk memanfaatkan agen AI dalam membentengi sistem mereka.
Riset terbaru dari Cisco bertajuk Relentless Defense Report mengungkap bahwa sebanyak 40% organisasi di Indonesia belum mengadopsi agen AI secara ekstensif untuk operasional keamanan siber mereka.
Keengganan perusahaan di Indonesia dalam memanfatkan agen AI secara masif dipicu oleh kecemasan mendalam terhadap tiga risiko utama:
Padahal, riset Cisco menegaskan bahwa organisasi yang masih lambat mengoordinasikan respons manusia dalam hitungan hari dipastikan bakal kesulitan mengendalikan serangan agen otonom yang bertindak dalam hitungan detik.