NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan Indonesia Game Rating System (IGRS) aktif lagi tahun ini. Kepada NadiKabar, Co-founder dan Psikolog Klinis Ohana Space Veronica Adesla menyampaikan pesannya kepada pemerintah.

"Selain pembatasan akses tentu perlu juga pembangunan ekosistem digital yang sehat bagi perkembangan anak," kata psikolog klinis yang telah praktik sejak 2013 ini, kepada NadiKabar.

Adapun hal-hal yang disarankan Veronica Adesla adalah penguatan regulasi terhadap penyedia platform dan pengembang game. Kemudian memastikan dan melakukan pengawasan sistem klarifikasi usia dijalankan secara tepat dan akurat merupakan hal mutlak.

Lalu, IGRS diharapkan mampu mengidentifikasi dan menindak fitur-fitur yang berpotensi mendorong perilaku kompulsif anak dalam bermain game sesuai dengan usia, seperti: sistem transaksi acak berbayar, hadiah berulang, membuat anak harus terus bermain, dan sebagainya.