Berdasarkan arsip kepolisian, Frederik mengatakan ada 13 warga Toraja yang menjadi korban pembunuhan OPM sepanjang tahun 2021-2026. Hal ini juga mendorong kekhawatiran dan mendorong pengajuan mutasi ASN.

"Sampai saat ini banyak yang minta pindah karena merasa takut, terancam keselamatannya," bebernya dikutip dari NadiKabar, Sabtu (26/9/2016).

Frederik mengatakan pemerintah Toraja Utara sementara mempertimbangkan hal tersebut. Menurutnya, keselamatan dan keamanan masyarakat maupun ASN adalah prioritas utama.

Kendati begitu, ia menyampaikan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menerima ASN masuk ke Toraja Utara. Di antaranya ialah penempatan kerja yang memperhatikan analisis jabatan (Anjab), analisis beban kerja (ABK), dan rasio belanja pegawai.