Salah satu alasan pergeseran di dunia teknologi yang sedang berlangsung adalah kebutuhan agentic AI yang semakin nyata. Menurut Said, Agen AI yang mampu bertindak otonom, mengambil keputusan, dan menjalankan tugas kompleks membutuhkan komputasi lokal yang kuat, bukan sekadar mengandalkan koneksi ke cloud.

Inilah sebabnya industri perlahan bergerak kembali dari pendekatan thin client menuju heavy client. Tren yang justru sejalan dengan kekuatan utama produsen perangkat keras seperti ASUS.

"Komitmen ini tidak berhenti di level wacana. ASUS menghadirkan Zenni Claw, sebuah pendekatan yang dirancang agar agentic AI benar benar bisa dipakai sehari hari, bukan sekadar konsep di atas kertas," ujar Said dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Fitur ini menawarkan proses setup satu klik, kumpulan skill ASUS yang siap pakai, perutean fleksibel antara pemrosesan lokal dan cloud, hingga lapisan proteksi keamanan bawaan. Dari sisi keamanan, ASUS Zenni Claw dilengkapi guardrail yang memastikan setiap akses agentic AI membutuhkan izin pengguna serta berjalan di ekosistem yang terpisah dari sistem utama.

Semua dirancang agar pengguna tidak perlu lagi berpikir rumit soal infrastruktur maupun risiko keamanan AI, karena semuanya sudah terintegrasi langsung di perangkat.

Pendekatan ini kemudian dipadukan dengan lapisan layanan yang lebih luas, mulai dari ASUS AI Hub, implementasi di sektor kesehatan dan smart city, hingga infrastruktur AI berdaulat lewat milik perusahaan. Hasilnya, hardware dan kecerdasan yang berjalan di atasnya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.