Pemerintah mencatat dari total dana hasil ekspor yang diparkirkan ke dalam negeri, kebutuhan eksportir untuk konversi hingga saat ini terus menurun. Hal itu menyebabkan perlunya peningkatan fleksibilitas likuiditas eksportir sekaligus mendukung pasar keuangan Indonesia.

"Kalau kita lihat konversi ke rupiah menurun cukup signifikan sampai minus 37,4%, sementara retensi valas meningkat. Jadi pada saat yang sama memang trennya juga meningkat," ucap Oza.

Pemerintah juga menambah jumlah bank devisa sebagai tempat penempatan reksus DHE SDA. Dengan demikian, pilihan bank bagi eksportir menjadi lebih luas.

Airlangga mengatakan tambahan bank devisa yang telah disetujui permohonannya yakni PT Bank OCBC NISP Tbk. Dengan demikian total bank devisa untuk penempatan DHE SDA kini menjadi 16, terdiri dari 5 bank devisa BUMN dan 11 bank devisa non BUMN.

"Terkait bank devisa untuk penempatan DHE SDA, telah disepakati menjadi 16 bank; 5 bank BUMN dan 11 bank non BUMN. Menyetujui permohonan dari Bank OCBC NISP Tbk," kata Airlangga.