NADIKABAR.COM — Para arkeolog yang bekerja di lepas pantai Turki menemukan sebuah bangkai kapal yang berasal dari sekitar 4.700 tahun yang lalu, menjadikannya bangkai kapal tertua di dunia.
Sejumlah bejana penyimpanan kuno yang dikenal sebagai amfora berhasil diangkat selama penggalian di bangkai kapal tersebut. Kapal ini ditemukan di kedalaman sekitar 30 meter di dekat Pulau Kekova, lepas pantai Turki selatan, menurut pernyataan dari Kementerian Kebudayaan Turki.
Amfora-amfora tersebut berasal dari 4.400-4.700 tahun yang lalu dan memberikan informasi baru mengenai sejarah maritim, kehidupan sehari-hari para pelaut, serta jaringan perdagangan masa itu.
Bejana-bejana ini diperkirakan sebagian besar digunakan untuk mengangkut minyak zaitun atau anggur. Namun, salah satu amfora memiliki serangkaian tanda khas dan dua lubang, menunjukkan bahwa bejana itu mungkin digunakan untuk membuat keju atau mentega.
Peneliti menyebut keberadaan amfora ini mungkin berarti para pelaut membawa kambing dalam pelayaran dan menggunakan susunya untuk membuat olahan susu.
Penggalian dipimpin Hakan Oniz, profesor Universitas Akdeniz, Antalya. Dikutip NadiKabar dari NadiKabar, Minggu (18/10/2026), dia mengatakan bangkai kapal tersebut pertama kali ditemukan empat tahun lalu.
Amfora-amfora itu awalnya diperkirakan berasal dari masa yang jauh lebih baru, tetapi kemudian Oniz membaca publikasi tentang amfora yang ditemukan dekat piramida Giza di mana piramida tertuanya diyakini sedang dibangun pada saat yang sama ketika kapal itu tenggelam.
"Benda-benda ini menyerupai amfora yang ada di bangkai kapal kami," kata Oniz. Ia menambahkan bahwa tim peneliti telah melakukan penyelaman lanjutan di situs tersebut.
Mereka kemudian mengundang seorang pakar terkemuka di bidang amfora, arkeolog Australia Karin Sowada, untuk mengunjungi bangkai kapal tersebut dan memeriksa bukti-buktinya. Tim pun secara umum yakin bahwa ini adalah bangkai kapal tertua di dunia.
"Bukan hanya amforanya, jangkar dan artefak lain yang ditemukan di situs bangkai kapal juga merujuk pada abad yang sama," katanya.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengatakan amfora-amfora tersebut tampaknya dibawa berpindah-pindah di sekitar Mediterania Timur. "Analisis tanah liat menunjukkan amfora-amfora tersebut kemungkinan besar diproduksi di bengkel-bengkel (pembuatan tembikar) di Lembah Yordan," kata Ersoy.
"Fakta bahwa contoh-contoh serupa ditemukan di Mesir, Troya, dan Kreta sangat penting untuk memahami jaringan perdagangan yang menghubungkan berbagai wilayah geografis melalui jalur laut," ujarnya.
Para peneliti meyakini kapal tersebut mungkin sedang dalam perjalanan dari pesisir Levant, yang membentang dari Turki di utara hingga Mesir di selatan, menuju Troya atau Kreta ketika kapal itu karam.