Bisnis cetak 3D relatif mudah dimulai dan tidak memerlukan biaya besar. Dari Oktober 2025 hingga September 2026, jumlah produk hasil cetak 3D yang terjual di platform Shopify meningkat 112%.
Meski demikian, jarang ada pendiri seperti Satterlee, muda dan mengembangkan bisnis secara pesat. Satterlee hanya mengantongi sebagian kecil penjualan, USD 500 hingga 1.500 per bulan, karena masih tinggal bersama orang tuanya dan tak membayar biaya tempat tinggal. Sisa pendapatan dialokasikan untuk membeli lebih banyak mesin cetak 3D, iklan medsos, atau mengembangkan produk baru.
Satterlee menjalankan perusahaan penuh waktu bersama satu karyawan. Ia belajar menggunakan mesin cetak 3D pada tahun pertamanya di SMA, dan menggunakan uang tabungannya dari hadiah serta usaha-usaha sebelumnya untuk membeli mesin seharga sekitar USD 500 pada September 2022.
Ia meluncurkan bisnis cetak 3D pertamanya, yang memproduksi hiasan sepatu untuk Crocs, dari ruang bawah tanah rumah orang tua pada Juni 2023. Bisnis bernama Solefully itu menghasilkan penjualan USD 250.000 di 2024. Keberhasilan ini memungkinkannya menyewa gudang USD 3.600 per bulan yang kini jadi tempat barisan mesin cetaknya.
Beberapa bulan sebelum kelulusannya, Satterlee merasa daya tarik Solefully cukup menjanjikan sehingga ia memutuskan melewatkan bangku kuliah dan menjadikannya pekerjaan utama.