NADIKABAR.COM — Anggapan bahwa konsumsi monosodium glutamate (MSG) atau micin dapat menyebabkan kebodohan dan gangguan kesehatan merupakan salah satu mitos kesehatan paling populer. Stigma negatif ini berakar dari istilah "Chinese Restaurant Syndrome" pada tahun 1968.

Stigma itu keliru mengaitkan konsumsi masakan Tionghoa ber-MSG dengan gejala pusing, mati rasa, dan berdebar-debar tanpa bukti ilmiah yang sah.

MSG terdiri dari air, sodium (natrium), dan asam glutamat. Asam glutamat merupakan asam amino non-esensial yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia dan ditemukan dalam berbagai bahan makanan sehari-hari, seperti tomat, keju, jamur, serta ASI.

Tubuh kita memproses asam glutamat dari MSG dengan cara yang sama persis seperti memproses asam glutamat alami dari makanan.

Lembaga pengawas obat dan makanan dunia, seperti US FDA (Food and Drug Administration) dan WHO (World Health Organization), telah mengategorikan MSG ke dalam kelompok bahan pangan Generally Recognized as Safe (GRAS). Artinya, MSG aman dikonsumsi oleh masyarakat umum dalam jumlah wajar.

2. Benarkah MSG sebabkan kebodohan dan gejala kesehatan?

Tidak ada bukti ilmiah valid yang membuktikan bahwa konsumsi MSG dalam batas normal dapat menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) atau merusak sel otak. Molekul glutamat dari makanan tidak dapat menembus sawar darah otak (blood-brain barrier) secara sembarangan, sehingga tidak memengaruhi fungsi kognitif otak.

Mengenai respons hipersensitivitas, penelitian klinis berskala besar (double-blind placebos) menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak mengalami reaksi negatif saat mengonsumsi MSG.

Gejala ringan seperti pusing atau leher tegang hanya ditemukan pada sebagian kecil individu yang memiliki sensitivitas khusus, dan biasanya terjadi jika MSG dikonsumsi dalam jumlah sangat tinggi tanpa makanan pendamping.

Meski aman, penggunaan MSG tetap perlu dibatasi karena kandungan natriumnya. Konsumsi natrium secara berlebihan baik dari garam dapur maupun MSG dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).