Namun jika tensi geopolitik mereda, Aida menilai pertumbuhan ekonomi global dapat kembali naik di atas 3% pada tahun 2027. Menurutnya, penurunan ketegangan geopolitik akan memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi global untuk kembali tumbuh lebih tinggi.

"Mudah-mudahan nanti di 2027 kalau asumsinya seperti kami lihat bahwa akan terjadi penurunan dari geopolitical tension-nya, ini akan bisa lebih tinggi daripada 3%," jelasnya.

Meski demikian, Aida menilai masih terdapat ruang bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan imbas geopolitik. Salah satunya dari kenaikan harga komoditas ekspor nonmigas.

Sejumlah komoditas seperti minyak sawit mentah atau CPO, batu bara, hingga nikel mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja ekspor Indonesia.