NADIKABAR.COM — Harga komoditas cabai di tingkat konsumen masih tinggi, bahkan cabai rawit merah dibanderol hingga menyentuh Rp 102.950/kilogram (kg). Penyebabnya, tak lepas dari faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen cabai.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai rawit merah telah mengalami penurunan 0,82% dibandingkan sebelumnya. Namun, harganya masih berada di level Rp 102.950/kg.
Begitu pula, harga cabai merah keriting yang turun 1,6% menjadi Rp 86.100/kg, cabai rawit hijau di level Rp 79.400/kg atau turun 0,44%. Sementara itu, harga cabai merah besar naik 0,47% menjadi Rp 75.600/kg.
Dewan Pertimbangan Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Tunov Mondro Atmodjo mengatakan harga cabai di tingkat petani sudah mengalami penurunan sejak dua pekan lalu dari di kisaran Rp 60.000/kg menjadi di angka Rp 42.000-50.000/kg. Namun, memang faktor cuaca ekstrem berperan dalam fluktuasi harga cabai saat ini.
"Cuaca ekstrim sangat mempengaruhi produksi cabai, kekeringan membuat tanaman cabai berhenti produksi," ujar Tunov kepada NadiKabar, Minggu (25/10/2026).
Tunov menjelaskan di tengah kondisi kekeringan ini, tanaman bisa menghasilkan panen 50% saja. Menurutnya, kondisi produksi tersebut sudah tergolong bagus.
Untuk itu, ia memperkirakan harga cabai ke depan tidak akan mengalami penurunan yang signifikan. Namun, ia memastikan stok di lapangan aman dan tercukupi.