NADIKABAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menjelaskan kondisi cuaca dan atmosfer saat bongkahan es misterius berukuran sekitar 20 sentimeter menimpa salah satu rumah warga di Dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Senin (2/11) pagi.
Forecaster on duty BMKG Yogyakarta, Heri, menjelaskan, berdasarkan pemantauan radar cuaca, terdapat potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah sekitar Bantul pada saat waktu kejadian atau sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun, area yang terpantau mengalami potensi hujan berada di sebelah barat laut dari lokasi rumah yang tertimpa bongkahan es.
"Dan ada lagi jaraknya lebih jauh lagi di utara itu ada hujan ringan hingga sedang juga di wilayahnya jauh lebih ke utara," kata Heri saat dihubungi, Senin (2/11).
Sementara itu, berdasarkan data radar, hujan di wilayah Pandak baru terpantau sekitar pukul 09.00 WIB atau satu jam setelah waktu kejadian yang dilaporkan warga.
Heri menerangkan, kondisi atmosfer DIY saat ini turut dipengaruhi gangguan atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO). Fenomena tersebut memiliki rentang pergerakan sekitar 20 hingga 40 hari dan dapat memengaruhi kondisi cuaca di wilayah yang dilaluinya.
Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan tingkat kelembapan udara di wilayah DIY berada pada kisaran 50 hingga 90 persen, khususnya pada lapisan atmosfer dengan ketinggian sekitar 1,5 hingga 3 kilometer.
Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah DIY. Meski demikian, BMKG belum dapat memastikan apakah gangguan atmosfer tersebut berkaitan langsung dengan kemunculan bongkahan es di Dusun Jodog.