Namun hanya sekitar 26% Gen Z yang tercatat peduli dan khawatir terhadap risiko penggunaan BNPL. Angka ini berada di bawah generasi milenial, di mana 34% milenial memiliki kepedulian terhadap risiko finansial dari layanan pembayaran tersebut
Kemudian ada 52% Gen Z percaya bahwa penggunaan BNPL memicu dan mendorong perilaku konsumtif berlebihan, 41% Gen Z juga mengaku sering kehilangan rekam jejak atau lupa melakukan pembayaran tagihan bulanan BNPL, dan 39% Gen Z menggunakan fitur pembayaran BNPL untuk pembelian barang-barang yang tidak esensial.
"Jadi banyak Gen Z yang kemudian sudah kemudian terekspos, dan kemudian, mereka sudah banyak hutang dari pinjaman-pinjaman online yang kemudian ini bisa bahaya kalau tidak segera belajar dan keluar bagaimana dari situasi yang sangat tidak baik ini," pungkasnya.