Dengan pengalihan tersebut, InfraNexia akan berfokus sebagai penyedia layanan wholesale connectivity, sementara Telkom menjalankan transformasi dari operating holding menuju strategic holding dengan model HoldCo-OpCo.
Nanang sebelumnya mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari agenda TLKM 30, khususnya pilar Unlocking Value. Melalui pemisahan pengelolaan aset, Telkom berharap utilisasi infrastruktur dapat ditingkatkan, termasuk melalui infrastructure sharing dan perluasan akses bagi pelaku industri.
Telkom sendiri tetap menjadi pemegang saham mayoritas InfraNexia dengan kepemilikan lebih dari 99%. Karena itu, pengalihan aset tersebut merupakan restrukturisasi pengelolaan aset di dalam Telkom Group, bukan pelepasan kepemilikan kepada pihak eksternal.