"Di Kancab Semarang sendiri saat ini total stoknya saat ini mencapai sekitar 81.600 ton, ada 6.300 ton untuk CBP, termasuk SPHP sudah dikemas 5 kg," kata Pemimpin Cabang Bulog Kancab Semarang, Yudha Aji Pribawa.

Ia mengatakan, Bulog Semarang memiliki delapan kompleks pergudangan dengan total kapasitas sekitar 105 ribu ton. Bulog juga bekerja sama dengan pihak swasta untuk menggunakan jasa pergudangan tambahan karena volume pengadaan yang cukup banyak.

"Karena saking banyaknya jemput gabah, kemarin kita bisa mencapai 4 juta ton, ini fasilitas yang kita punyai juga harus ditambah dengan beberapa gudang sewa, sehingga total kapasitas yang masih tersisa 20 ribu ton untuk persiapan saat memasuki panen," terangnya.

Sementara itu, lanjut Yudha, pengeluaran beras Bulog Semarang untuk berbagai kebutuhan pemerintah rata-rata mencapai sekitar 20-22 ribu ton per bulan. Stok saat ini disehut masih bisa memenuhi kebutuhan sekitar 4-5 bulan ke depan.

"CBP kita digunakan untuk berbagai keperluan, pertama bantuan pangan, stabilisasi harga dan pasokan, cadangan untuk bencana alam, ada juga sebagian alokasi untuk TNI dan Polri untuk tujuan tertentu," urainya.

Demi menjaga kualitas beras selama penyimpanan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan saat penerimaan, termasuk memeriksa kadar air hingga kondisi fisik beras. Perawatan gudang juga dilakukan secara berkala.

"Kita lakukan spraying dan fumigasi, kontrol harian kita lakukan untuk melihat kebersihan, pengendalian hama. Kalau untuk ketahanan di Kancab Semarang mencapai 4-5 bulan," kata Yudha.

Dia pun berharap, kualitas penanganan pascapanen oleh petani dan penggilingan dapat terus ditingkatkan agar proses pengolahan lebih optimal dan menghasilkan beras berkualitas.

"Jadi perjalanannya gabah cukup panjang, dari petani diangkut oleh Tim Jemput Gabah, dibawa ke penggilingan, diproses, baru disimpan," jelasnya.