Bob menambahkan, hingga kini belum ada kesepakatan mengenai besaran alfa dalam formula pengupahan. Menurutnya, besaran alfa seharusnya turut mempertimbangkan sejauh mana kebutuhan hidup layak (KHL) telah terpenuhi.
Jika KHL sudah terpenuhi, Bob menilai besaran alfa tidak perlu terlalu tinggi. Sebaliknya, ruang untuk alfa yang lebih besar dapat diberikan apabila tingkat upah masih jauh dari KHL.
"Kalau KHL ini udah dipenuhi ya alfanya juga jangan terlalu besar. Tapi kalau KHL ini masih jauh, alfanya bisa lebih baik gitu loh," katanya.Bob kemudian menyinggung penerapan alfa yang menurutnya sebelumnya berada di kisaran 0,8. Ia menilai penerapan besaran yang hampir sama tanpa melihat kondisi KHL masing-masing daerah dapat memberatkan perusahaan.
Menurut Bob, tekanan tersebut terutama dirasakan industri padat karya. Ia menyebut sektor tersebut hanya mampu menanggung alfa pada kisaran 0,1 hingga 0,3. Alfa adalah variabel atau indeks tertentu falam formula UMP yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi suatu wilayah
"Padat karya itu hanya mampu 0,1 sampai 0,3. Lebih dari itu padat karya itu heads up. Heads up, tutup aja. Nggak akan mampu aja," tegas Bob.