NADIKABAR.COM — Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa burung laut yang melakukan migrasi jarak jauh melintasi Atlantik dapat mengalami jet lag atau ketidaksesuaian antara jam biologis internal mereka dan waktu setempat. Hal ini juga memengaruhi navigasi dan membuat arah terbang mereka melenceng.
Banyak hewan menggunakan Matahari untuk menemukan arah jalan mereka, begitu pula burung. Namun, karena Matahari bergerak melintasi langit sepanjang hari, mereka membutuhkan jam internal untuk menavigasi arah dan menafsirkan posisinya dengan benar.
Burung-burung biasanya menjadikan Matahari terbit sebagai isyarat untuk mengatur ulang jam internal dan menentukan arah terbang. Namun, ketika terbang cepat ke timur atau barat pada siang hari, jam internal mereka kemungkinan tidak sinkron dengan waktu Matahari setempat.
Kondisi jet lag tersebut dapat membuat mereka salah memperkirakan posisi Matahari dan terbang sedikit melenceng dari jalur yang seharusnya.
Dikutip dari situs Department of Biology Oxford, tim peneliti menganalisis pelacakan GPS selama 20 tahun dari 1.045 burung camar Manx. Kurang lebih, ada sekitar 3.688 perjalanan mencari makan selama periode penelitian tersebut berlangsung.
Burung camar Manx (Puffinus puffinus) berkembang biak di pulau-pulau lepas pantai barat Inggris dan Irlandia. Mereka biasanya melakukan perjalanan ratusan kilometer ke laut untuk mencari makanan, jarak tempuhnya bahkan bisa sampai 1.000 kilometer ke arah barat.