Ia menambahkan, kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar ekosistem digital menyediakan mekanisme untuk memeriksa keaslian identitas dan komunikasi, bukan sekadar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati.
Selain menjalin kerja sama dengan Privy untuk pengembangan identitas digital, Pandi memperluas kolaborasi dalam penguatan infrastruktur dan tata kelola internet.
Di tingkat internasional, Pandi bekerja sama dengan National Internet Exchange of India (NIXI). Kolaborasi ini mencakup pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan registri domain, pengembangan IPv6, serta peningkatan keamanan internet melalui teknologi Resource Public Key Infrastructure (RPKI), Domain-based Message Authentication, Reporting, and Conformance (DMARC), dan Domain Name System Security Extensions (DNSSEC).
Kolaborasi ini juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola internet di kawasan Asia-Pasifik.
Sementara di tingkat nasional, Pandi menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk memperkuat infrastruktur Domain Name System (DNS) Indonesia. Rencana kolaborasi meliputi pengembangan DNS Resolver Indonesia, DNS Authoritative .id, penempatan Root Server, serta peningkatan keamanan siber melalui pemanfaatan jaringan Indonesia Internet Exchange (IIX) di Jakarta, Balikpapan, dan Bandung.
Melalui rangkaian kerja sama tersebut, Pandi menargetkan penguatan ekosistem internet Indonesia, mulai dari identitas digital dan pelindungan data pribadi hingga keandalan infrastruktur DNS nasional serta kolaborasi internasional.