Pada 2023, Arfadia menawarkan generative engine optimization (GEO), yaitu upaya agar merek ditemukan, dikutip, dan direkomendasikan oleh layanan seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, Claude, dan Grok.
Riset itu berlangsung lebih dari setahun sebelum dituangkan dalam dua buku, yaitu Found Before They Search: The Indonesia Digital Playbook for SEO, GEO, and AI Search (27 bab) serta Cited or Silent: The Definitive GEO, AEO & AI Visibility Playbook (91 bab). Edisi bahasa Indonesia buku kedua terbit pada Juni 2026.
Salah satu kerangka dalam buku membagi perjalanan konten menjadi empat gerbang sebelum dikutip AI, yaitu dapat dirayapi (crawlable), terindeks (indexed), relevan dengan pertanyaan, dan melewati seleksi akhir.
Kerangka itu menyampaikan, sebuah bisnis bisa gagal di gerbang mana pun tanpa disadari. Dari luar, kegagalan pada setiap tahap terlihat sama. Patokannya cukup mudah, merek yang tidak muncul dalam jawaban AI.
Gerbang pertama, misalnya, menentukan apakah mesin dapat mengakses dan membaca halaman sebuah situs atau tidak sama sekali.
Arfadia kemudian menerbitkan tiga laporan riset terbuka dengan DOI terdaftar di Zenodo, yaitu State of SEO in Indonesia 2026, AI Citation Rate Report 2026, dan Indonesia Digital Marketing Benchmark 2026.
Kini, Arfadia telah membalikkan situasi. Secara internal, Arfadia mencatat menerima sekitar 15 calon klien per hari dari berbagai negara sejak Maret 2026, dengan 83 persen di antaranya mengaku direkomendasikan asisten AI.
Pasar internasional itu digarap bersama Nicolas Magor, CMO & Head of International Growth Arfadia. Saat ini, Arfadia memiliki lebih dari 120 profesional yang tersebar di tiga kantor, yaitu Jakarta, Bandung, dan Bali.