NADIKABAR.COM — Maskapai Cathay Pacific mengungkap kebocoran data yang berdampak pada sekitar 53.000 pemesanan tiket pesawat. Informasi yang terekspos mencakup nama penumpang, kode pemesanan, hingga detail penerbangan.
Insiden ini bukan disebabkan peretasan langsung terhadap sistem Cathay Pacific, melainkan akses tidak sah ke sistem Amadeus IT Group, perusahaan teknologi perjalanan asal Spanyol yang menyediakan layanan reservasi bagi sejumlah maskapai.
Dalam pernyataan resmi pada Jumat (30/10/2026), Cathay Pacific mengungkap bahwa pelaku menggunakan kredensial login yang terhubung dengan akun sistem Amadeus untuk mengakses data pemesanan.
Cathay Pacific pertama kali menerima pemberitahuan dari Amadeus pada 28 Oktober 2026, disusul informasi tambahan sehari kemudian. Data yang terdampak berasal dari pemesanan periode Agustus 2023 hingga September 2026.
Menurut Cathay Pacific, sebagian besar dari 53.000 pemesanan yang terdampak mencakup nama penumpang, kode referensi pemesanan, dan rincian penerbangan.
Pada sebagian kecil kasus, informasi tambahan seperti alamat email, nomor telepon, dokumen perjalanan, hingga nomor keanggotaan frequent flyer juga berpotensi terekspos.
Meski demikian, Cathay Pacific menegaskan belum menemukan bukti bahwa informasi keuangan maupun data pembayaran pelanggan ikut diakses.
Maskapai asal Hong Kong tersebut juga memastikan sistem internal dan operasional penerbangannya tidak terdampak.
Kebocoran data di Amadeus ternyata tidak hanya menimpa Cathay Pacific. Sejumlah maskapai internasional lainnya juga melaporkan dampak insiden serupa.
Japan Airlines mengungkap sekitar 92.000 pelanggannya terdampak. Maskapai lain yang turut melaporkan insiden terkait antara lain All Nippon Airways (ANA), Korean Air, Asiana Airlines, dan Condor.
Amadeus telah mengambil langkah pengamanan, termasuk mereset kata sandi dan meningkatkan pemantauan aktivitas mencurigakan. Perusahaan menyatakan belum menemukan bukti penyalahgunaan data yang terdampak.
Cathay Pacific sendiri telah melaporkan insiden tersebut kepada otoritas terkait dan berjanji menghubungi pelanggan yang terdampak secara individual.
Meski belum ada bukti penyalahgunaan data, penumpang tetap disarankan waspada terhadap potensi penipuan atau phishing yang mengatasnamakan maskapai. Informasi seperti nama dan kode pemesanan bisa dimanfaatkan untuk membuat pesan palsu terlihat meyakinkan.
Penumpang sebaiknya memeriksa informasi penerbangan melalui situs atau aplikasi resmi Cathay Pacific dan tidak sembarangan membagikan data pribadi.
Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah penumpang asal Indonesia termasuk dalam daftar pelanggan yang terdampak.