NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan bahwa energi nuklir memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan strategis untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

Hal tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Listrik Indonesia Forum 2026 yang mengangkat tema Building Indonesia's Energy Resilience & Leading Global Climate Change Action, di Jakarta, hari ini.

Eddy menyoroti pentingnya menempatkan energi nuklir sebagai salah satu sumber energi yang andal dalam sistem ketenagalistrikan nasional. Menurutnya, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) memiliki karakteristik sebagai pembangkit rendah karbon dengan faktor kapasitas tinggi, sehingga dapat menyediakan pasokan listrik yang stabil untuk menopang kebutuhan industri dan perekonomian.

"Energi nuklir memiliki keunggulan dari sisi densitas energi, keandalan pasokan, dan rendahnya emisi karbon sepanjang siklus hidupnya. Karakteristik ini menjadikan PLTN relevan sebagai salah satu sumber listrik baseload untuk mendukung ketahanan energi Indonesia dalam jangka panjang," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan Kebijakan Energi Nasional dalam PP Nomor 40 Tahun 2025, porsi energi nuklir dalam bauran energi nasional diproyeksikan meningkat secara bertahap. PLTN pertama dengan kapasitas sekitar 500 MW ditargetkan mulai beroperasi pada rentang 2032 hingga 2034, dengan pengembangan kapasitas yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.