"Pada semester kedua tahun ini, kami melihat pertumbuhan masih bertahan di atas 5%, tetapi beberapa faktor sementara tersebut tidak akan terulang kembali. Itulah mengapa kami memperkirakan laju pertumbuhan yang sedikit lebih lambat," katanya dalam acara media briefing di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Meski adanya perlambatan pertumbuhan pada semester II-2026, pihaknya menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,3% dari perkiraan sebelumnya yang berada di bawah angka 5,3%.
Radhika menyampaikan terdapat faktor yang menyebabkan pihaknya menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Mulai dari masih tingginya belanja pemerintah serta konsumsi masyarakat yang masih baik. Ia menilai kondisi ini terjadi karena harga BBM subsidi yang tidak naik.