"Karena kombinasi tersebut, kami harus menaikkan proyeksi pertumbuhan. Pertumbuhan diperkirakan lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. Angka kami sekarang adalah 5,3%. Sebelumnya, angka saya untuk tahun ini, untuk 2026, lebih rendah dari itu," ujarnya.
Saat ditanya soal proyeksi tahun depan, Radhika mengatakan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,2-5,3%. Proyeksi tersebut masih ditopang oleh faktor domestik, terutama permintaan dalam negeri.
"Secara global, kita tidak terlalu yakin apa yang akan terjadi dengan geopolitik dan harga minyak. Namun ketika melihat faktor domestik, menurut saya di situlah pemerintah atau pembuat kebijakan dapat memberikan pengaruh. Karena itu, kami memperkirakan faktor permintaan domestik kembali menjadi pendorong pertumbuhan sekitar 5,2-5,3% pada 2027," ujarnya.