NADIKABAR.COM — Pertanyaan soal gaji saat wawancara kerja kerap membuat pelamar merasa kikuk. Apalagi, perekrut sering menanyakan besaran gaji yang diterima kandidat saat ini, meski pelamar sebenarnya tidak wajib menjawabnya.

Lantas apa yang perlu dipersiapkan pelamar kerja untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut? Dikutip dari BBC, Selasa (6/10/2026), Penasihat senior layanan konsultasi dan mediasi kerja Acas, Louise Rudd, menyebut tidak ada aturan yang melarang perekrut untuk menanyakan tentang gaji saat ini atau ekspektasi upah kepada pelamar kerja.

Menurutnya, jika perusahaan ingin mengetahui informasi tersebut, pertanyaan soal gaji sebaiknya diajukan kepada semua pelamar agar setiap kandidat mendapat perlakuan yang sama.

Beberapa tahun lalu, bahkan muncul kampanye yang mendorong perusahaan untuk berhenti menanyakan gaji yang diterima calon karyawan di pekerjaan sebelumnya melalui tagar #EndSalaryHistory, salah satu pihak yang menyuarakan isu tersebut adalah Fawcett Society. Mereka menilai pertanyaan soal gaji sebelumnya berisiko mempertahankan kesenjangan upah yang selama ini dipengaruhi oleh ketidaksetaraan gender, ras, dan disabilitas.

Menurut Fawcett Society, praktik tersebut membuat besaran gaji lebih ditentukan oleh nilai yang dianggap melekat pada seseorang dan kemampuan negosiasinya, bukan berdasarkan keterampilan, pengalaman, serta kinerja.

Konfederasi Perekrutan dan Ketenagakerjaan mendukung langkah tersebut, dan mendesak para perekrut untuk tidak menanyakan perihal gaji. Kemudian dalam aturan baru yang diterapkan di seluruh Uni Eropa, terdapat larangan bagi perusahaan menanyakan riwayat gaji.

Namun hal itu tidak tercantum dalam rencana Kantor Kabinet di Inggris, yang justru berfokus pada anjuran kepada perusahaan untuk mempublikasikan informasi gaji dalam iklan lowongan kerja.

Pelamar kerja sejatinya diperbolehkan menjawab riwayat gaji jika merasa nyaman dengan pertanyaan tersebut. Di London, banyak pihak juga yang sengaja melebih-lebihkan riwayat gaji untuk mendapatkan bayaran lebih tinggi di pekerjaan berikutnya.

Namun umumnya, pelamar kerja tidak diwajibkan untuk menjawab pertanyaan tersebut jika tidak berkenan melakukannya. Rudd mengatakan beberapa orang lebih suka memberikan ekspektasi gaji mereka atau menguraikan pemahaman mereka tentang kisaran gaji untuk peran tersebut.

Perusahaan perekrutan sering mengatakan, pelamar sebaiknya fokus pada keterampilan dan pengalaman, sehingga hal-hal tersebut digunakan sebagai ukuran besaran gaji yang seharusnya mereka terima, bukan riwayat gaji mereka.

Direktur Kampanye Konfederasi Perekrutan dan Ketenagakerjaan, Shazia Ejaz, mengatakan para pencari kerja harus mendekati pertanyaan tentang gaji dengan realisme tetapi juga kepercayaan diri.

"Para kandidat dapat fokus untuk menunjukkan nilai yang mereka berikan, manfaat yang paling penting bagi mereka, dan pergi ke wawancara dengan mengetahui gaji untuk peran tersebut. Para pencari kerja yang telah melakukan riset tentang gaji dan dapat menjelaskan kontribusi yang akan mereka berikan berada dalam posisi terkuat untuk mendapatkan paket gaji yang tepat," katanya.