NADIKABAR.COM — Asteroid Apophis akan melintas sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2029. Peristiwa langka ini menjadi kesempatan emas bagi para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana gravitasi Bumi memengaruhi sebuah asteroid. Namun, ada kemungkinan tak terduga yang ikut diperhitungkan, sampah antariksa buatan manusia.
Penelitian yang diterbitkan dalam The Planetary Science Journal pada 15 Mei 2026 mengkaji kemungkinan interaksi antara asteroid Apophis dan benda-benda buatan manusia yang mengorbit Bumi. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun peluang tabrakan diperkirakan sangat kecil, kemungkinan interaksi tersebut belum dapat sepenuhnya dikesampingkan.
Studi ini ditulis Giulia Schettino dan Alessandro Rossi dari Institute of Applied Physics 'Nello Carrara', Dewan Riset Nasional Italia. Keduanya meneliti apakah populasi satelit aktif, satelit tak lagi beroperasi, dan puing-puing antariksa di orbit tinggi Bumi berpotensi berinteraksi dengan Apophis saat melintas pada 2029.
Penting dicatat, Apophis tidak diperkirakan menabrak Bumi. Kekhawatiran dalam penelitian ini bukan ancaman asteroid terhadap planet kita, melainkan kemungkinan tabrakan dengan puing antariksa yang dapat mempersulit pengamatan ilmiah.
Asteroid bernama resmi 99942 Apophis diperkirakan memiliki ukuran sekitar 340-375 meter. Pada 13 April 2029, objek ini akan melintas sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi.
Jarak tersebut lebih dekat daripada ketinggian orbit satelit geostasioner yang berada sekitar 35.786 kilometer di atas khatulistiwa. Satelit di orbit geostasioner memiliki periode orbit yang sama dengan rotasi Bumi sehingga tampak berada di posisi yang relatif tetap jika diamati dari permukaan.
Apophis pertama kali ditemukan pada 2004. Pengamatan lanjutan menggunakan teleskop dan radar membantu astronom memperbaiki perhitungan orbitnya. NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) telah menyatakan bahwa tidak ada risiko Apophis menabrak Bumi selama setidaknya 100 tahun berdasarkan perhitungan orbit yang tersedia.