Menurut Rossi, dampak paling mungkin dari tabrakan kecil bukanlah perubahan besar pada lintasan Apophis. Benturan dapat membentuk kawah kecil atau menyemburkan material dari permukaan asteroid. "Dampak apa pun tidak akan mengubah orbitnya secara signifikan," sebutnya.
Meski demikian, tabrakan tetap dapat mengganggu tujuan penelitian. Jika permukaan atau rotasi Apophis berubah akibat benturan, ilmuwan harus menentukan apakah perubahan itu disebabkan gravitasi Bumi atau tumbukan benda buatan manusia.
Hal tersebut penting karena Apophis akan menjadi laboratorium alam untuk mempelajari respons asteroid terhadap gaya gravitasi yang kuat. Pengamatan langsung terhadap perubahan asteroid selama lintasan dekat semacam ini sangat jarang tersedia.
Penelitian Schettino dan Rossi juga membahas kemungkinan sinyal tumbukan terdeteksi oleh instrumen yang direncanakan untuk misi antariksa. Jika benturan terjadi, sinyal tersebut bahkan bisa memberikan informasi tambahan mengenai struktur dan sifat permukaan asteroid, meskipun akan membuat interpretasi hasil pengamatan menjadi lebih rumit.
Dua misi utama direncanakan untuk mempelajari Apophis di sekitar peristiwa lintasan dekatnya, yakni misi RAMSES milik ESA dan OSIRIS-APEX milik NASA. RAMSES dirancang untuk mencapai Apophis sebelum pendekatan terdekatnya dengan Bumi dan mengamati asteroid tersebut selama peristiwa berlangsung. Sementara OSIRIS-APEX akan mempelajarinya setelah lintasan dekat, sehingga pengamatan sebelum dan sesudah peristiwa dapat membantu ilmuwan memahami perubahan yang terjadi.
Kedua misi tersebut memiliki sasaran ilmiah penting, termasuk mempelajari permukaan, rotasi, dan karakteristik fisik Apophis. Informasi ini dapat memperkaya pemahaman tentang bagaimana asteroid bereaksi ketika melintas dekat planet.