Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) memegang peranan yang sangat strategis bagi perekonomian Indonesia.
Sektor ini tercatat menyumbang sekitar 0,97% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, serta mencatatkan nilai ekspor hingga US$ 12 miliar.
Pertumbuhan industri TPT nasional tercatat masih mampu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi di level 5,6%. Sementara industri barang kulit dan alas kaki melesat hingga 8,25%.
"Kemudian khusus persoalan yang dihadapi oleh tekstil produk tekstil itu salah satunya adalah tentunya harmonisasi tarif dari hulu ke hilir. Karena di hulu kemarin ada beberapa tanggapan dari yang industri garmen terkait dengan bea masuk anti-dumping," jelas Airlangga.