Selain itu, tingkat utilisasi pabrik tekstil saat ini masih berada di kisaran 75%. Menurutnya, masih ada ruang untuk melakukan ekspansi.

Indonesia masih menjadi importir untuk bahan baku tekstil, dengan nilai impor mencapai US$ 8,4 miliar, tapi nilai ekspornya hanya US$ 3,1 miliar.

Namun, untuk produk pakaian jadi, Indonesia justru surplus dan berstatus sebagai eksportir dengan nilai ekspor mencapai US$ 8,7 miliar dan impor hanya sekitar US$ 690 juta.

"Jadi ada dua, dari segi industri hulu sampai tengah kita net importir, tetapi kalau dari segi garmen kita net eksportir," tutur Airlangga.