Batam menurutnya juga terus berkembang dengan investasi pada 2025 mencapai Rp 69,3 triliun. Dari sektor digital sendiri sudah menyentuh Rp 8,56 triliun. Pemerintah juga sedang mendorong pengembangan Batam-Bintan-Karimun sebagai hub industri hijau yang terkait dengan kerja sama listrik bersih Indonesia-Singapura.
Nvidia sudah ancang-ancang masuk ke Batam. Rencana investasi Nvidia di Batam bernilai sekitar US$4,5 miliar atau setara dengan Rp 80,55 triliun untuk pengembangan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan. Dengan satu investor besar dan signifikan seperti ini, maka investasi batam bisa baik 2-3 kali lipat.
Di sisi lain, sudah ada juga rencana pembangunan Kampus Nvidia DSX AI Factory sudah direncakanan jelas gamblang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam, yang akan melibatkan kerja sama dengan Firmus Technologies dari Australia dan Day One dari Singapura. Target mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal pertama tahun 2027 hingga 2028.
Bagi Didik, rencana-rencana tersebut akan membantu ekonomi nasional bertumbuh lebih cepat dan menyerap lebih banyak tenaga kerja dari yang dicapai sekarang.
"Kuncinya adalah kebijakan investasi, jika kepala naga sudah masuk dan percaya, maka badan dan ekornya akan segera ikut masuk ke dalam. Rekor investasi yang tertinggal dari negara sekitar akan berubah jika Batam menjadi pusat baru data center bagi dunia," papar Didik.
Selain gempita dengan kebijakan mengolah sumber daya alam, Indonesia sudah saatnya perlu kebijakan investasi menarik teknologi tinggi seperti Nvidia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Didik percaya Batam bisa menjadi "Dubai kecil" di Sumatera karena sudah memiliki keunggulan sejak keberadaannya, strategis secara geografis, berimpit dengan kota global Singapura, ada di jalur pelayaran internasional.
Dengan dinamika yang ada dalam waktu dekat Batam bisa menjadi pintu masuk modal Timur Tengah dan Asia. Dari sisi insentif Batam sudah memiliki free trade zone (FTZ) dengan fasilitas seperti pembebasan PPN, PPnBM dan bea tertentu, sementara KEK menawarkan tax holiday, investment allowance, percepatan amortisasi dan berbagai fasilitas kepabeanan.