Selain itu, emiten perbankan ini juga konsisten membukukan pertumbuhan laba bersih dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 54,8 triliun atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan.

Performa tersebut berlanjut pada 2025 dengan kenaikan laba bersih sebesar 4,9 persen menjadi Rp 57,5 triliun. Pertumbuhan laba ini sejalan dengan kenaikan penyaluran kredit yang meningkat dari Rp 922 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp 993 triliun per akhir 2025.

Tak hanya mencatat kinerja positif, BCA juga rutin melakukan aksi pembelian kembali saham (buyback). Sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, emiten perbankan ini telah melakukan buyback dengan nilai maksimal Rp5 triliun.

Nafan menjelaskan bahwa buyback merupakan salah satu cara manajemen perusahaan membantu menjaga stabilitas harga saham. Selain itu, upaya ini sekaligus menjadi sinyal kuat yang menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perseroan.

"Ini sebagai salah satu mekanisme stabilisasi dan bentuk pengelolaan modal yang dapat membantu menjaga kepercayaan investor ketika volatilitas meningkat," pungkasnya.