Selisih 14 poin persentase pertumbuhan tersebut merupakan selisih terbesar bagi Meta dan Google sejak 2021 dan menjadikan kedua perusahaan tersebut hampir setara dalam skala pendapatan, meskipun Google mendapat tambahan US$11 miliar (Rp200 triliun) pendapatan dari Youtube.

Meta mengembangkan Meta AI yang dapat diintegrasikan ke sistem Ads Manager, sedangkan Google juga telah menerapkan model Gemini di seluruh infrastruktur iklannya. Keduanya masih sama-sama optimis terhadap potensi AI dan berinvestasi ratusan miliar dolar untuk membangun model dan layanan baru.

Google memproyeksikan pengeluaran modal hingga US$205 miliar (Rp3.724 triliun) tahun ini, sedangkan Meta memperkirakan akan menghabiskan hingga US$145 miliar (Rp2.634 triliun).

Sementara itu, Google jauh lebih maju dalam hal diversifikasi karena iklan sebenarnya hanya menyumbang kurang dari dua pertiga pendapatannya, sementara Meta masih mengandalkan iklan untuk 98 persen total pendapatannya.