NADIKABAR.COM — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bakal merilis hasil investigasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi, Jawa Barat, dalam waktu 3-4 minggu ke depan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya telah menyelesaikan draf final laporan investigasi. Selanjutnya, KNKT akan meminta tanggapan dari sejumlah pihak terkait, mulai dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), hingga PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

"Draft finalnya sudah jadi, tinggal kita minta komentar dari pihak-pihak terkait seperti dari DJKA, dari KAI, dari KCI. Komentarnya apa terhadap draft laporan yang kita sudah selesaikan itu. Sehingga kita harapkan 3-4 minggu lagi laporan itu bisa kita selesaikan," ujar Soerjanto dalam keterangan tertulis kepada redaksi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/8/2026).

Meski belum membeberkan hasil investigasi secara keseluruhan, Soerjanto mengungkap salah satu temuan dalam investigasi tersebut. KNKT menemukan persoalan pada tampilan lampu sinyal yang dinilai mirip dengan lampu penerangan rumah di bantaran rel. Kondisi itu disebut dapat membuat masinis kebingungan.

"Ya seperti masalah lampu sinyal yang sama dengan lampu rumah-rumah sama pasar itu yang sehingga membingungkan masinis untuk mengidentifikasi sinyalnya datar, miring, atau tegak gitu loh," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan kronologi kecelakaan kereta api maut yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Saat itu terjadi dua insiden kecelakaan, salah satunya yang paling parah, yakni KRL ditabrak KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.