Dari sisi pembiayaan, Outstanding Loan (OSL) gross tercatat mencapai Rp 155,1 triliun. Angka tersebut meningkat 52,7% dibandingkan capaian Rp 101,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menariknya, ekspansi pembiayaan tersebut tetap diiringi dengan perbaikan kualitas aset. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Pegadaian turun dari 0,81% pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.

Kombinasi tim redaksi pertumbuhan bisnis dan terjaganya kualitas pembiayaan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kinerja Pegadaian pada Semester I 2026.

Ekosistem Emas Jadi Salah Satu Penggerak Bisnis

Di balik pertumbuhan tersebut, Pegadaian terus memperkuat ekosistem emas sebagai salah satu fokus pengembangan bisnis. Transformasi ini dilakukan dengan memperluas layanan berbasis emas, tidak hanya melalui bisnis gadai, tetapi juga melalui Layanan Bank Emas atau Bullion Services.

Direktur Utama (Dirut) PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, mengatakan perusahaan terus melakukan transformasi untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian," kata Damar.

"Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia," sambungnya.

Menurut Damar, kehadiran Layanan Bank Emas dan aplikasi Tring! menjadi bagian dari transformasi Pegadaian untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan berbasis emas.