"Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat," jelas Damar.
"Dengan hadirnya Layanan Bank Emas, serta aplikasi Tring!, harapannya mampu mempermudah masyarakat dalam berinvestasi bersama Pegadaian," tambahnya.
Pegadaian mengembangkan portofolio Layanan Bank Emas melalui sejumlah produk, di antaranya Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.
Pengembangan ekosistem tersebut didukung oleh pengalaman Pegadaian dalam bisnis emas. Sekitar 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas. Selain itu, perusahaan memiliki jaringan ruang penyimpanan emas atau vault yang mendukung pengelolaan aset emas.
Damar mengatakan emas masih menjadi salah satu aset yang banyak diminati masyarakat dan melihat pengembangan layanan Bank Emas sebagai peluang untuk memperluas kontribusi Pegadaian terhadap perekonomian nasional.
"Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional," kata Damar.
"Bersama Danantara, kami optimis untuk mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia," sambungnya.
Dengan demikian, pertumbuhan laba Pegadaian pada Semester I 2026 tidak hanya tercermin dari kenaikan laba bersih, tetapi juga dari ekspansi aset dan pembiayaan, perbaikan kualitas pembiayaan, serta pengembangan ekosistem emas.
Kombinasi strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Pegadaian mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperluas relevansi layanan keuangan bagi masyarakat.