NADIKABAR.COM — LG CNS menggandeng Sinar Mas untuk membangun data center di Indonesia. Proyek yang dikembangkan melalui perusahaan patungan atau joint venture tersebut hampir rampung dan dijadwalkan memasuki tahap uji coba pada 1 Desember 2026.
President Director PT LG CNS Indonesia, Mark Mansik Won, mengungkapkan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut memperluas bisnis infrastruktur digital di Indonesia.
Dalam wawancara eksklusif dengan NadiKabar, Mark menjelaskan bahwa proyek ini menggabungkan keahlian LG CNS dalam teknologi dan pengelolaan data center dengan jaringan bisnis serta pelanggan yang dimiliki Sinar Mas.
"Kami menggabungkan kemampuan teknologi yang dimiliki LG CNS dengan jaringan pelanggan dan berbagai keunggulan Sinar Mas. Dari situlah kami melihat adanya sinergi," ujar Mark.
Menurutnya, fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan layanan kepada pelanggan, bukan semata-mata memenuhi kebutuhan internal kedua perusahaan.
"Kami membangun data center bukan untuk digunakan sendiri, tetapi untuk memberikan layanan kepada pelanggan lain," jelasnya.
LG CNS sebelumnya telah memiliki pengalaman membangun dan mengoperasikan data center di Korea Selatan. Fasilitas tersebut digunakan untuk melayani berbagai pelanggan, termasuk instansi pemerintah dan perusahaan swasta.
Meski pembangunan data center bersama Sinar Mas disebut hampir selesai, Mark belum mengungkap lokasi fasilitas, kapasitas komputasi, nilai investasi, maupun target operasional komersialnya.
Pengembangan data center di Indonesia berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
AI membutuhkan kemampuan komputasi besar, terutama GPU (Graphics Processing Unit) untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan. Ketersediaan GPU dan infrastruktur data center menjadi salah satu tantangan pengembangan AI di Indonesia.
Namun, Mark menegaskan LG CNS belum memiliki rencana tersendiri untuk membangun AI data center yang menggunakan GPU berperforma tinggi di Indonesia.
"LG CNS sendiri belum memiliki rencana membangun AI data center dengan GPU berperforma tinggi di Indonesia. Namun, jika pelanggan ingin membangunnya, kami siap memberikan dukungan," kata Mark.
Menurutnya, LG CNS memiliki pengalaman dan jaringan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelanggan mengembangkan infrastruktur AI, termasuk apabila pemerintah Indonesia membutuhkan fasilitas tersebut.
Di tingkat global, LG CNS juga menjalin kerja sama dengan NVIDIA dalam pengembangan AI data center dan teknologi terkait AI.
Kendati demikian, kerja sama global tersebut tidak berarti data center yang tengah dibangun bersama Sinar Mas otomatis akan menggunakan GPU NVIDIA atau dirancang khusus untuk kebutuhan AI.
Selain peluang bisnis, Mark menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap dampak pembangunan data center, khususnya kebutuhan listrik dan air yang besar.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menjadi perhatian di Indonesia, tetapi juga memicu perdebatan di negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Mark memahami bahwa masyarakat dapat mempertanyakan pembangunan fasilitas yang membutuhkan banyak sumber daya di lingkungan tempat tinggal mereka.
"Saya menyukai AI, tetapi mengapa data center harus dibangun di kota saya? Mengapa harus di lingkungan saya? Karena fasilitas tersebut akan memengaruhi penggunaan listrik dan air," ujar Mark, menggambarkan kekhawatiran masyarakat.
Di satu sisi, data center semakin dibutuhkan untuk mendukung layanan digital, komputasi awan, dan pengembangan AI. Namun di sisi lain, pembangunan fasilitas tersebut perlu mempertimbangkan ketersediaan energi, air, serta kepentingan masyarakat sekitar.
Mark menilai persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya dari sudut pandang bisnis. Pengembang data center dan masyarakat perlu membuka ruang dialog untuk mencari jalan tengah.
"Tidak ada jawaban yang sederhana untuk persoalan ini. Kedua pihak harus duduk bersama, berdiskusi, dan mencari solusi. Masing-masing juga harus bersedia berkompromi," jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah memiliki peran penting dalam mempertemukan kepentingan industri dan masyarakat. Apalagi, pemerintah juga membutuhkan infrastruktur data center untuk mendukung transformasi digital dan layanan publik.
"Pemerintah harus mengambil peran utama dan menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam membuka komunikasi antara kedua pihak. Pemerintah sendiri juga membutuhkan data center," pungkas Mark.