Dalam kesempatan yang sama Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia, Ahmad Zahid bin Hamidi, menyambut hangat kerja sama ini. yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri menekankan hubungan Indonesia dan Malaysia tidak hanya terikat oleh rumpun bangsa, tetapi juga oleh kesamaan cara pandang dalam membangun kesejahteraan rakyat.
"Kedekatan dan keratan tim redaksi Indonesia dan Malaysia adalah sesuatu yang tidak siapa boleh menafikannya, kerana ianya bukan hanya rumpun bangsa, tetapi yang paling penting ialah wahdatul fikr, yaitu penyatuan mind di tim redaksi rakyat Indonesia dan rakyat Malaysia dalam satu jalur pemikiran yang sama demi kepentingan Malaysia dan Indonesia," tegas Ahmad Zahid.
Ahmad Zahid mengapresiasi komitmen besar Pemerintah Indonesia dalam memajukan perdesaan dan menyatakan Malaysia ingin belajar dari langkah-langkah Indonesia.
"Biarpun di Indonesia mempunyai 75.000 kampung atau perdesaan, di Malaysia cuma ada 15.750, tetapi Malaysia harus belajar dari Indonesia untuk memajukan daerah-daerah tertinggal," ungkapnya.
Sembari bercanda, Ahmad Zahid mengingatkan agar MoU kerja sama ini dikawal ketat implementasinya agar tidak berubah menjadi 'Memorandum of Misunderstanding'.
"Yang paling penting, apabila InsyaAllah kita akan menandatangani Memorandum Saling Pengertian, dalam bahasa Inggris disebut Memorandum of Understanding. Sering Memorandum of Understanding ini, MoU ini, untuk tempo tertentu apabila tidak diterjemahkan implementasinya, ia menjadi Memorandum of Misunderstanding," tegas Ahmad Zahid.
Lihat juga Video: Prabowo soal Iklim Investasi RI Dibandingkan dengan Malaysia-Vietnam