"Tetapi harga di konsumen itu naik melebihi harga eceran tertinggi. Jadi ada anomali," ujar Amran.

Dia kembali menekankan dirinya sudah bersurat kepada Kapolri Suyudi Ario Seto untuk mendalami temuan anomali harga ini. Dia mengingatkan, kerja sama Kementerian Pertanian dan Polri sebelumnya sudah berhasil membongkar permainan harga beras. Bukan tidak mungkin permainan harga telur juga bisa terungkap.

"Kami sudah kirim surat ke Pak Kapolri agar semua yang bermain-main ditindak. Seperti kemarin, beras premium fortifikasi dijual Rp 56.000, tetapi kami periksa di lab IPB ternyata harusnya harga Rp 13.000, tapi dijual Rp 56.000 per kilo," ungkap Amran.

"Ini tidak benar, Bapak Presiden. Insyaallah dalam waktu dekat kami selesaikan yang telur," tegasnya.